Kehidupan Pesantren Layaknya Kehidupan Militer

3 min read

Masjid

Siklus Kehidupan Pesantren

dokumntasi Pondok Pesantren Darut Taqwa
ppdaruttaqwa.com

Menjadi santri di Pondok Pesantren Darut Taqwa – Ponorogo adalah sebuah pilihan untuk menjadi lebih baik seperti tujuan pendiri Pondok Pesantren Darut Taqwa. Dengan jadwal yang ketat dan banyaknya aturan menjadikan santri menuai hasil seperti yang diharapkan.

Tidak hanya jadwal, melainkan berbagai permasalahan keluarga pun juga ada, mondok karena disuruh orang tua dan banyak permasalahan yang setiap hari dihadapi oleh para pengasuh dan pengurus. Tapi justru hal seperti inilah yang menjadi cerita tersendiri bagai para santri selama mereka mondok.

Rutinitas Yang Membosankan

Siklus kehidupan di pesantren merupakan lingkaran rutinitas yang membosankan. Terikat dengan limit-limit yang rumit. Tidak boleh begini dan harus begitu, memang membutuhkan proses yang panjang untuk mengungkap makna yang terselubung didalamnya.

Di pesantren, karena sistem pendidikannya adalah 24 jam, lantas dinamika kehidupan nyaris berdenyut tanpa henti, kecuali pada saat tidur malam. Itupun tidak seluruhnya berhenti karena ada sebagian santri yang beerjaga malam atau kami biasa menyebutnya dengan Harisul Lail.

Kegiatan Pagi

Jadwal bangun adalah setengah jam sebelum adzan subuh, yang berkisar antara jam 3.30 hingga 4.15. Semuanya sudah harus bangun dan bersiap-siap untuk sholat jama’ah di masjid. Adapun untuk tahajud merupakan kesadaran bagi masing- masing individu walaupun demikian pondok juga memfasilitasi santri dengan membuat jadwal bangun tahajud perasrama disetiap seminggu sekali.

Selesai sholat subuh, mengaji di masjid hingga jam 5.30, atau bila ada kegiatan muhadatsah dilakukan hingga mendekati pukul 6. Selesai dari situ, kami kembali ke asrama untuk mengikuti kegiatan berikutnya yakni mandi dan sarapan pagi. Terserah mana yang duluan, apakah sarapan dulu atau mandi dulu itusih realatif karena kita juga harus pintar melihat kondisi kalau seandainya kita dapat antrian mandi kita bisa ambil makan dulu.

Mengenai adat antrian kamar mandi, uniknya kebanyakan pesantren dilakukan tidak ditunggui oleh calon pengguna. Namun cukup diwakili oleh gayung atau peralatan mandi / kotak sabun. Diletakkan begitu saja di depan pintu kamar mandi.

Sebuah sistem yang cocok untuk pesantren tetapi fair dan tidak ada yang keberatan akan kebiasaan ini sehingga kami tidak mengenal istilah srobot-menyerobot atau mungkin berkelahi , kecuali kalau memang yang sudah harus masuk ternyata belum juga kunjung tiba maka berhak bagi orang yang ada disekitarnya untuk mandi terlebih dahulu.

Tetapi lain lagi dengan yang satu ini yakni sarapan, makan siang, ataupun makan malam, santri tidak boleh diwakilkan oleh piringnya tetapi santri harus antri dan tidak boleh satu piring untuk berdua. Panjang antrian bervariasi, tergantung menu makanan / lauknya.

Rekor terpanjang di miliki hari Senin malam dan Kamis malam karena berlaukkan ayam goreng. Itu adalah top of the top-nya lauk di pondok kami apalagi siang harinya santri diwajibkan menjalankan ibadah puasa Senin Kamis jadi lebih nggak sabaran untuk segera makan.

Persiapan Sekolah

santri darut taqwa berangkat sekolah
ppdaruttaqwa.com

Kembali di waktu pagi setalah kami selesai persiapan kami berkumpul di lapangan utama jam 06.45 untuk melakukan apel pagi, berdo’a bersama sebelum belajar, dan absen pagi hingga jam 07.00, Setelah selesai apel pagi seluruh santri harus sudah berada di kelas masing-masing untuk menerima pelajaran.

Istirahat biasanya sekitar jam 9.30-10.00. Di waktu itu sebagian dari kami memaksimalkannya untuk sholat dhuha dan murajaah hafalan. Dan dilanjutkan lagi pembelajaran sampai tiba waktu dhuhur yang diundurkan menjadi jam 12.30. Dari situ siswa menuju masjid untuk sholat dhuhur.

Selesai sholat, kami kembali ke kelas hingga jam 13.00. Kemudian kami kembali ke asrama untuk berganti pakaian dan menuju meja dapur untuk makan siang serta istirahat siang di kamar masing-masing hingga jam 14.30. Lalu dilanjutkan dengan kegiatan mufradhat/ pelajaran bahasa. Baik bahasa inggris ataupun bahasa arab.

Kegiatan Kesantrian

Menjelang ashar, santri sudah beranjak kembali menuju masjid. Dan selesai sholat, kami segera bergegas ke asrama untuk mengikuti kegiatan kesantrian yang menyesuaikan dengan jadwalnya. Ada yang mengikuti ekstrakulikuler seperti futsal, hadroh, bela diri, kaligrafi, memanah, dan sebagainya.

Kemudian ada juga program takhasus ini merupakan program bagi santri yang memang betul-betul ingin menjadi penjaga Al-Qur’an. mereka di targetkan setelah lulus dari SMP sudah memiliki hafalan 15 juz kemudian dilanjut lulus SMA mereka suda selesai 30 juz.

Bukan berarti santri yang ikut ekstrakulikuler meraka tidak bisa menjadi hafidz. mereka bisa saja asalkan pintar mengambil waktu atau kesempatan tapi keliahatannya sulit sih hehe, sebaiknya agar lebih maksimal disarankan untuk masuk program thakasus.

Bisa juga kita mengambil program reguler jadi pihak pesantren menargetkan seluruh santrinya selesai 2 juz untuk kelulusan SMP dan dilanjut 3 juz untuk SMA total 5 juz untuk syarat kelulusan di Pondok Pesantren Darut Taqwa.

kemudian kita kembali di kegiatan sore tadi yang berakhir jam 16.30. Siswa segera mandi dan persiapan untuk berangkat ke masjid untuk kegiatan pembacaan dzikir Al-Ma’tsurst serta tak jarang juga ada kajian oleh Kiayi kami hingga menjelang waktu maghrib.

Kegiatan Tahsin dan Belajar Malam

Kegiatan tahsin dan tahfidz ponpes darut taqwa
ppdaruttaqwa.com

Setelah maghrib, kegiatan berikutnya adalah Tahsin atau pembenahan bacaan Al-Qur’an selama sekitar satu jam. Mulai ba’da maghrib sampai setelah isya’. kemudian dilanjutkan dengan sholat isya’ berjamaah.

Setelah Isya’, kami kembali ke asrama untuk berganti pakaian dan berkumpul dilapangan utama untuk melakukan apel malam alias berdo’a sebelum belajar malam.

Setelah itu para santri dianjurkan untuk belajar mandiri di kelas, meskipun tidak sedikit pula yang berada di luar kelas asalkan tidak berada didalam asrama.

Kegiatan ini berakhir jam 21.30 bel berbunyi santri diberi kesempatan istirahat untuk beli makan atau jajan di kantin. hingga jam 21.45 santri harus sudah berkumpul di asrama sekaligus kondisi sudah dalam keadaan bersuci dengan wudhu.

Persiapan Tidur

karena setelah sampai asrama kita langsung sholat witir berjamaah dan berdo’a sebelum tidur serta absen malam yang di pimpin oleh mudabir khujrah atau pengurus kamar. Lewat dari jam tersebut lampu-lampu kelas dan kamar akan dimatikan untuk menghemat energi dan mempermudah santri beristirahat.

Jika ada kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan penegakan disiplin, penegakan bahasa biasanya dilakukan setelah sholat wajib, kecuali shubuh. Ada yang disuruh lari keliling lapangan setelah ashar, dan tidak jarang yang disidang hukuman setelah isya hingga tengah malam.

Hingga menjelang keesokan hari kegiatan kesehariannya pun terus seperti ini hingga lulus nanti. tapi untuk menghindari kejenuhan tersebut pondok mewadahi santrinya agar terus berkembang diantaranya kegiatan tahunan seperti mukhayam atau kemah diluar pesantren selama 3 hari, Pentas Seni Akbar, ada juga Olimpiade Santri.

Pelajaran Yang Bisa Di Ambil

“memelihara nilai-nilai lama yang masih baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik”

Kekurangan dan kelebihan memang selalu ada di dunia ini, begitu pun pesantren, pasti memiliki kekuatan dan kelemahan yang harus diperkuat dan diperbaiki.

Kekuatan itu terletak pada aspek-aspek non kognitif dari tujuan pendidikan. Dan aspek-aspek filosofis atau hal-hal yang mendasar seperti internalisasi nilai-nilai spiritualitas.

Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah non pesantren terutama dari sudut kognitif atau akademik, pesantren harus bekerja keras mengajar mereka.

Pasalnya, bobot pelajaran di pesantren lebih banyak dari sekolah-sekolah non pesantren. namun jika mengandalkan nilai-kognitif dan spiritualitas pesantren layak diperhitungkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *